Jurnal Media Laboran Analis Kesehatan Vol. 7 2017

                                               MEDIA
LABORAN
JURNAL ANALIS KESEHATAN
VOL. 7 MEI 2017
Penasehat                   : Rektor Universitas Indonesia Timur Makassar
Penanggung Jawab            : Jurnal Syarif, AK, SKM, M.Kes
                            Ketua Program Studi D III Analis Kesehatan
                            Universitas Indonesia Timur Makassar
Dewan Redaksi              : 1. Syamsul Bachri, AK., S.Pd., M.Si
    2. Dr. H. Moh. Basri, SKM., M.Kes
    3. Kalma Mannang, S.Pd., M.Si
    4. Bakri Umar, S.Si., M.Kes
    5. Idris Mone, S.Si., M.Si
Desain Grafis                :  1. Muh. Iqbal, S.Kom., MM
     2. Hasan, AK., SKM
Sekretaris                   : Muhammad Aslan, AMAK
Alamat Redaksi              : Media Laboran Jurnal Analis Kesehatan
Program Studi D III Analis Kesehatan Universitas Indonesia    Timur Makassar
Jl. Abd. Kadir Kampus V UIT Lt. V No. 70 Makassar
Telp. 0411 – 812 0996 Makassar     

GAMBARAN PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA ANEMIA DI RUMAH SAKIT UMUM WISATA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR
JURNAL SYARIF
ANALISIS KADAR MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) PADA BUMBU MIE INSTAN YANG DIPERJUALBELIKAN DI KOPERASI WISATA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
SRI SULASTRI
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT DAN LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT UMUM WISATA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR
MUH. RIZMAN NAIM
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SAYURAN BAYAM YANG DIPERJUALBELIKAN
DI SEKITAR JALAN NURI BARU KOTA MAKASSAR
ANDI AULIYAH WARSYIDAH
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH NAGA YANG DIPERJUALBELIKAN DI SEKITAR KOTA MAKASSAR
HUSNITA YAHYA
IDENTIFIKASI Candida albicans PADA URINE IBU HAMIL YANG BERKUNJUNG DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR
NURWAHIDAH FA’AL SANTRI
ANALISIS KANDUNGAN SODIUM PADA MINUMAN BERKARBONASI YANG ADA
DI KOTA MAKASSAR
MELLI FITRIANI
PENGARUH KONSENTRASI MADU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
NARDIN
IDENTIFIKASI ZAT KLORIN PADA DEDORAN BERMEREK YANG DIPERJUALBELIKAN DI MALL WISATA UIT MAKASSAR
SUHARSIH THAHIR
GAMBARAN KADAR SGPT (SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TANSAMINASE) PADA PENGGUNA SUPLEMEN ASAM AMINO
HIJRAL ASWAD
IDENTIFIKASI JAMUR  Aspergillus sp PADA KUE WAJIK YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA MAKASSAR
SRI RAHAYU ILYAS
ANALISIS VARIASI PENANGGUHAN PENANGANAN SAMPEL DARAH EDTA TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN HITUNG  JUMLAH TROMBOSIT DENGAN METODE BRECHER CHONKRITE PADA  MAHASISWA DIII ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
NURUL UTAMI HALIMSYAH
PERBANDINGAN HASIL PERHITUNGAN JUMLAH TROMBOSIT METODE MANUAL MENGGUNAKAN PIPET THOMA DAN TABUNG REAKSI
ARDIANSAH HASIN
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN OBAT GENERIK ATAU BERMEREK PADA MAHASISWA ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
ASNURBAETY DWIYANA
IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA JAMU GENDONG YANG DIPERJUALBELIKAN DISEKITAR JALAN ABDUL KADIR KOTA MAKASSAR
DITA ELLYANA ARTHA
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING BURGER YANG DIJUAL DI RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA MAKASSAR
ANDI INDRAWATI
GAMBARAN PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA ANEMIA DI RUMAH SAKIT UMUM WISATA UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR
JURNAL SYARIF
ABSTRAK
Anemia is a symptom of underlying conditions, such as loss of blood components, lack of nutrients needed for blood cell formation resulting in decreased oxygen-carrying capacity of blood. This study aims to find out the results of examination rate of blood vapor in anemic patients at General Hospital Tourism University of Eastern Indonesia Makassar. Type of This Research Is Laboratory Observation, The sample in this study is anemia patients as many as 5 Samples.
From the result of research which have been done at General Hospital of Universitas Indonesia Timur Makassar on 5 samples, the result is 40% -60% mm / h, 40% is normal limit while 60% is increased. Based on the above research results, it is suggested for the community, especially parents can pay more attention and maintain the intake of nutrition and healthy lifestyle.
Keywords : Anemia, Rate of Blood
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan sumber daya manusia, tujuan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dan tujuan nasional.
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di  dunia terutama bagi kelompok wanita usia produktif. Anemia pada  umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang (Developing countries) dan pada kelompok sosial-ekonomi rendah (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2010).
Di Indonesia, anemia masih  merupakan salah satu masalah kesehatan di samping masalah-masalahyang lainnya, yaitu : kurang kalori protein, defisiensi vitamin A, dan gondok endemik (Arisman, 2011).
Anemia merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak negara, baik negara maju maupun berkembang. di negara maju prevalensi anemia tergolong relatif rendah dibandingkan dengan negara berkembang yang diperkirakan mencapai 90% dari semua individu sebagian besar derajat anemia ialah ringan. Dampak yang ditimbulkan akibat anemia defisiensi besi sangat kompleks (Ros dan Horton,2010).
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin sel darah merah hingga di bawah normal sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang diperlukan tubuh. Penyakit tersebut dapat disebabkan dari pendarahan hebat, seperti akibat kecelakaan, berkurangnya pembentukan sel darah merah, dan meningkatnya penghancuran sel darah merah. Indonesia tahun 2010 penderita anemia sekitar 50-70 juta, hal ini sangat memprihatikan masyarakat.
Pemeriksaan Hematologi bertujuan untuk menyaring (screning) dan diagnosis suatu penyakit, Pemeriksaan Laju Endap Darah termasuk dalam pemeriksaan hematologi pada  pemeriksaan darah rutin. Pemeriksaan Laju Endap Darah sangat penting untuk membantu diagnosis, khususnya untuk mengelompokkan penyakit yang bersifat kronis seperti pendarahan hebat, dan kecelakaan ataupun akutsalah satunya adalah  gagal ginjal (Kresno, 2014).
Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk gumpalan sehingga sukar membentuk dan  hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat (Azhar M, 2011).
METODE DAN BAHAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik, yakni untuk menggambarkan pemeriksaan laju endap darah pada penderita anemia di RSU Wisata Universitas Indonesia Timur Makassar kemudian dilakukan analisa terhadap data yang diperoleh dari 5 sampel yang diambil secara random sampling Pengacakan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah penderita anemia yang diperiksa di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur Makassar pada tanggal 8 – 9 Agustus 2016.
Prosedur Penelitian
1.    Cara pengambilan sampel darah vena
a.    Alat
1)  Tourniquete
2)  Spoit
3)  Tabung EDTA

b.    Bahan
1)  Kapas alcohol 70%
2)  Darah EDTA
c.    Cara kerja
1)  Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2)  Dipilih vena yang akan ditusuk dengan spoit (mediana curbiti,basilica cubiti,sephalica cubiti)
3)  Bersihkan dengan kapas alcohol vena yang akan ditusuk
4)   Bendung lengan pasien tiga jari diatas lipatan siku dengan tourniquet
5)    Tusuklah kulit dengan menggunakan jarum dan semprit dalam tangan kanan sampai ujung jarum masuk kedalam lumen vena
6)    Dilepaskan atau direnggangkan pembendungan dan berlahan-lahan Tarik pengisap spoit sampai jumlah darah yang dibutuhkan
7)    Dilepaskan pembendungan jika masi terpasang
8)    Tarulah kapas alcohol diatas jarum spoit cabutlah jarum spoit itu
9)    Beritahukan kepada pasien yang darahnya diambil supaya menekan selama beberapa menit tempat tusukan tadi
10) Buka tutupjarum spoit kemudian ditusuk masuk kedalam tabung EDTA kemudian alirkan darah melalui dinding tabung
2.    Pemeriksaan Laju Endap Darah
a.    Metode Westegreen
1)    Alat
a)    Pipet Westegreen
b)    Rak Westegreen
c)    Karep Pengisap
d)    Spoit
e)    Tabung EDTA
f)     Stopwacth
2)    Bahan
a)    Darah EDTA
b)    NaCl 0,9%
3)    Cara Kerja
a)    Sediakan tabung EDTA yang telah diisi 0,5 ml larutan NaCl 0,9%
b)    Darah vena diisap sebanyak 2 ml kemudian dimasukan kedalam tabung yang berisi larutan NaCl 0,9%
c)    Larutan dicampur dengan gerakan melingkar secara perlahan-lahan
d)    Campurkan darah diisap kedalam pipet Westegreen dengan bantuan karet pengisap sampai garis bertanda 0 nm
e)    Pipet dipasang pada rak Westegreen dengan posisi tegak lurus selama 1 jam
f)     Baca tingginya lapisan plasma setelah 1 jam dan catat hasilnya
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tanggal 8-9 Agustus 2016 di  Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur  Sebanyak 5 Sampel hasil penelitian mengenai “Gambaran Hasil Pemeriksaan Laju Endap Darah Pada Penderita Anemia di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur Makassar Tahun 2016” diperoleh hasil penelitian sebagai berikut :
Tabel 1.1 Hasil Pemeriksaan Laju Endap Darah Pada Penderita Anemia di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur Makssar
No
Kode Sampel
Jenis Kelamin
Laju Endap Darah (Mm/Jam)
1
A
Laki-Laki
15
2
B
Laki-Laki
18
3
C
Laki-Laki
14
4
D
Laki-Laki
20
5
E
Laki-Laki
17
Total
84
Nilai rata-rata
16.8
Sumber : Data Primer 2016
Dari tabel di atas menunjukan hasil pemeriksaan laju endap darah diperoleh terendah 14 mm/jam, tertinggi 20 mm/jam, nilai  total 84 mm/jam dan nilai rata-rata 16.8 mm/jam.
Grafik 1.2. Hasil Pemeriksaan Laju Endap Darah pada Penderita Anemia
Sumber : Data Primer, 2016
Dari grafik di atas menunjukan  hasil  laju endap darah pada penderita anemia dimana Variabel Y adalah nilai hasil laju endap darah dan Variabel X adalah kode sampel atau jenis kelamin
Tabel 1.3 distribusi hasil pemeriksaan laju endap darah
No
Uraian
Jumlah
Persentase
1
2
Normal
Menigkat
2
3
40%
60%

Jumlah
5
100%
Sumber : Data Primer 2016
% nilai LED meningkat  =    x 100%
  x 100%
                                                 = 60%
% nilai LED normal       =    x 100%                               
  x 100%
                                                = 40%
PEMBAHASAN
Penelitian ini di lakukan secara observasi laboratorik yang bersifat deskriktif yang bertujuan untuk melihat gambaran hasil pemeriksaan laju endap darah pada penderita anemia di Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur Makassar 2016.
Jumlah nilai laju endap darah pada sampel darah sangat berperan penting untuk menentukan tubuh seseorang mengalami gangguan atau tidak untuk itu dilakukan pemeriksaan terhadap laju endap darah yang merupakan bagian pemeriksaan darah lengkap.
Dari hasil grafik yang di peroleh LED pada penderita anemia di dapatkan nilai normal terdapat pada variabel Y itu sendiri yaitu 15 mm/jam dan 14mm/jam sedangkan 17mm/jam, 18mm/jam, dan 20mm/jam menunjukan hasil LED yang tinggi, Tinggi rendahnya nilai pada laju endap darah memang sangat mempengaruhi oleh keadaan tubuh kita, terutama saat terjadi radang, Namun  orang yang anemia  pun bisa memiliki laju endap darah yang tinggi, dan sebaliknya laju endap darah normal pun belum tentu tidak ada masalah namun sebagian besar penyakit peradangan akut dan kronis.
Penyakit anemia atau kurang darah sering kali dikaitkan dengan LED yang tinggi, hal ini disebabkan oleh perbandingan jumlah sel darah merah yang lebih sedikit dibandingkan dengan cairan plasma di dalam pembuluh darah,  dan kondisi tersebut menyebabkan kecepatan aliran sel darah merah meningkat, selain itu sebuah kondisi anemia makrositik dimana ukuran sel darah merah menjadi lebih besar juga dapat meningkatkan LED.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di rumah sakit wisata umum universitas indonesia timur makassar pada tanggal 8-9 Agustus 2016, di dapatkan hasil persentase normal LED 40% dan LED meningkat 60% dimana kode sampel yang terjadi peningkatan terdapat 3 sampel yakni sampel B,D, dan E, hasil persentase ini menunjukan hasil normal dominan, peningkatan pada kode B, D, dan E diperkirakan terjadi karena faktor lain seperti adanya peradangan, infeksi maupun penurunan imunitas pada individu.
Pemeriksaan laju endap darah berfungsi untuk mendeteksi adanya peradangan maupun infeksi, laju endap darah yang normal tidak dapat digunakan untuk menentukan penyakit, namun sebagian besar peradangan akut dan kronis serta neoplasma yang berkaitan dengan laju endap darah (Riswanto,2010)
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa laju endap darah yang tinggi juga dapat menandakan adanya infeksi tertentu pada tubuh yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan protozoa (Rusman Kiswari, 2014).
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian selama pada tanggal 8-9 Agustus 2016 di laboratorium Rumah Sakit Umum Wisata Universitas Indonesia Timur, dari 5 sampel dapat di simpulkan hasil pemeriksaan laju endap darah normal  LED 40% dan LED meningkat 60%. semakin besar sel darah merahnya semakin tinggi LED nya.
Berdasarkan kesimpulan diatas maka dapat diberikan saran :
1.    Untuk masyarakat khususnya orang tua dapat lebih memperhatikan serta menjaga asupan gizi dan pola hidup sehat.
2.    Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar meneliti gambaran hasil pemeriksaan dari parameter darah rutin lainya seperti indeks eritrosit dan leukosit.
DAFTAR RUJUKAN
Ahmad A.K. 2012. Muda Kampus lengkap Kedokteran Edisi Revisi Penerbit  Gitamedia Press : Jakarta
Ade Heryana, 2012. Pemeriksaan Hematologi. EGC : Jakarta
Aherman , 2010. Hematologi, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan DEPKES RI : Jakarta
Arisman, 2011. Darah, Diakses pada tagggal 8 Maret  2016
Azharm, 2011.Hematologi klinik Ringkas : Jakarta
Brunner, Sudddarth. 2010. Hematologi. EGC : Jakarta
Gandasoebrata,R. 2011. Penuntun Laboratorium Klinik. Dian Rakyat : Jakarta
Hoffbrand A. Vdkk. 2010. Kapita Selekta Hematologi, Penerbit Buku Kedokteran ECG :Jakarta
http://martinmuslih.blogspot.com.Diakses pada tanggal 22 Maret 2016
Joice, 2011. Hematologi. Jakarta
Kresno,S.B.2014. Immunologi: Diagnosis dan Prosedur Laboratorium. Balai Penerbit FKUI : Jakarta
Marilyn E., 2010. Hematologi, Doenges. Buku Kedokteran: Jakarta.
R. Rosdiana, 2010. Hematologi. Makassar
Rusman, Kiswari. 2014. Hematologi : Jakarta
Ros Dan Hartono, 2010. Hematologi : Jakarta
Riswanto, 2011. Hematologi : Jakarta
Sadikin, M, 2012. Biokimia Darah”. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Sacher, Ronald. 2011. “Tinjauan Klinik Hasil Pemeriksaan Laboratorium “. Edisi 11. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

 

IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli PADA DAGING BURGER YANG DIJUAL DI RESTORAN CEPAT SAJI DI KOTA MAKASSAR
ANDI INDRAWATI
ABSTRACT
Burger meat is currently in great demand by the community as one of the food sources of protein. But this burger meat can be contaminated by bacteria, one of which is Escherichia coli. The presence of Escherichia coli in water or food is also considered to have a high correlation with the discovery of disease seeds (pathogens) in food.
A study was conducted to identify the bacteria Escherichia coli in burger meat sold in fast food restaurants in Makassar. This research was conducted with several bacteria identification test and also biokima test. Sampling technique is random sampling, with 2 samples from different places.
From the results of the tests that have been done, in 2 samples of burger meat, all showed positive results of the presence of bacteria, where the results of biochemical tests showed characteristics of Escherichia coli, so it can be concluded that the two samples of burger meat sold in fast food restaurants in Makassar The presence of Escherichia coli bacteria.
Keywords: Meat Burger, Escherichia coli.

PENDAHULUAN
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan, pangan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak  diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman. Salah satu pangan yang penting bagi manusia adalah pangan mengandung protein, yang dapat bersumber dari hewan maupun tumbuhan. Protein hewani dapat berasal dari produk hewan ternak ruminansia, unggas, maupun hasil laut (Megasari, setiya dewi. 2011).
Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Makanan adalah sumber energi bagi manusia. Secara umum makanan sehat merupakan makanan yang higienis dan bergizi yang mengandung zat hidrat arang, protein, vitamin dan mineral. Agar makanan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, kualitas makanan harus diperhatikan. Kualitas tersebut mencakup ketersediaan zat-zat gizi yang dibutuhkan pada makanan (Megasari, setiya dewi. 2011). 
Makanan sehat yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia adalah bahan makanan yang akan diolah terutama mengandung protein hewani dalam keadaan baik dan segar, sayur mayur yang segar dan tidak rusak, makanan yang melalui proses pengolahan tidak berubah bentuk warna dan rasa, bahan tambahan dan bahan penolong harus memenuhi persyaratan minimal makanan sehat yang berlaku.
Jika ditinjau dari segi kesehatan, makanan selain berfungsi sebagai sumberenergi, zat pembangun dan zat pengatur juga mempunyai peran dalam penyebaran penyakit. Oleh karena itu prinsip dasar sanitasi makanan diperlukan agar konsumen dilindungi kesehatannya dari bahaya kontaminasi makanan dan organisme penyakit menular (Lubis, Nur Hasanah. 2015).           
Menurut Marwanti (2010) Keamanan pangan merupakan karakteristik yang  sangat penting dalam kehidupan, baik oleh produsen pangan maupun oleh konsumen. Bagi produsen harus tanggap bahwa kesadaran konsumen semakin tinggi sehingga menuntut perhatian yang lebih besar pada aspek ini. Kebersihan suatu produk pangan untuk menembus dunia internasional sangat ditentukan oleh faktor ini pula. Di lain pihak sebagai konsumen sebaiknya mengetahui bagaimana cara menentukan dan mengkonsumsi makanan yang aman. Bahan-bahan atau organisme yang mungkin  terdapat didalam makanan dan dapat menimbulkan keracunan atau penyakit menular  terdiri dari bahan  kimia beracun (misalnya beberapa bahan tambahan makanan, obat - obatan, logam dan pestisida). 
Kontaminasi makanan mempunyai peranan yang sangat besar dalam kejadian penyakit-penyakit bawaan makanan atau keracunan  makanan. Sumber penyakit yang mungkin mencemari makanan dapat terjadi selama proses produksi yang dimulai daripemeliharaan, pemanenan atau penyembelihan, pembersihan atau pencucian, persiapan makanan atau pengolahan, penyajian serta penyimpanan. Selain hal tersebut sekarang juga masih terdapat penggunaan bahan-bahan kimia dalam produksi makanan, sehingga dengan sendirinya resiko kontaminasi oleh bahan -bahan kimia  juga tidak sedikit (Marwanti, 2010).
Penyakit bawaan makanan (food borne disease) adalah suatu gejala penyakit yang timbul akibat mengonsumsi bahan makanan yang mengandung mikroorganisme atau toksinnya, termasuk tumbuh-tumbuhan, hewan dan bahan kimia. Dengan kata lain penyakit bawaan makanan adalah penyakit yang disebabkan oleh makanan yang tidak sehat, baik akibat infeksi mikroorganisme maupun akibat bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam makanan yang ditambhakan dengan sengaja ataupun tidak. Para ahli umumnya sepakat bahwa penyebab utama penyakit bawaan makanan adalah pencemaran kuman yang berbahaya terhadap kesehatan.
Escherichia coli tentu tidak asing ditelinga kita. Jutaan jumlah bakteri jenis ini normalnya akan selalu ditemukan didalam usus hewan dan manusia. Sejumlah kecil bakteri E.coli dapat menyebabkan sakit perut ringan sampai berat dengan mekanisme infeksi yang berbeda. Sebagai contoh sejumlah orang menderita gangguan pencernaan akibat mengonsumsi hamburger yang disajikan oleh salah satu restoran cepat saji. Hamburger diduga telah terkontaminasi oleh bakteri E.coli dari strain O 157:H7 (Tatang Sopandi, 2014).
Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan oleh Bunga Fatimah Ademi dan Tristia Rinanda (2011) dalam “ Deteksi cemaran Escherichia coli pada Daging Burger Penjual Kaki Lima di desa Kopelma Darussalam dan Restoran Cepat Saji di banda Aceh “ terhadap sampel daging burger dari 5 penjual kaki lima di Desa Kopelma Darussalam dan 5 restoran cepat saji menunjukkan bahwa pada pengambilan pertama didapatkan 40% sampel daging burger penjual kaki lima dan 60% sampel daging burger restoran cepat saji tercemar E. coli. Pada pengambilan kedua didapatkan 100% sampel daging burger baik dari penjual kaki lima maupun restoran cepat saji tercemar E. coli. Pada pengambilan ketiga didapatkan 100% sampel daging burger penjual kaki lima dan 80% sampel daging burger restoran cepat saji tercemar E. coli.


METODE DAN BAHAN
Jenis penelitian ini bersifat eksperimen laboratorium, yang datanya diolah secara deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada daging burger yang dijual di restoran cepat saji di kota Makassar sebanyak 2 sampel dari 2 tempat yang berbeda yang diambil dengan tehnik Random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Klinik GG kota Makassar ada tanggal 26 – 30 Juli 2016.
Prosedur Penelitian
1.    Alat dan Bahan
a.    Alat yang di gunakan
Ose bulat,Ose lurus,Inkubator, Tabung reaksi, Rak tabung, Spritus (lampu bunsen), Plate, Timbangan, Blender, Mikroskop, Tabung durham, Objek gelas, Pipet steril, Penjepit tabung.
b.    Bahan yang di gunakan
EC Broth,Mac Concey, EMBA, Aquadest, Gentian Violet, Lugol, Alkohol, Karbol Fuchsin, TSIA, Simmon Citrate, MR/VP,  SIM, Urea, LIA, Gula-gula, Daging burger.
2.    Cara Kerja Pemeriksaan E. coli
a.    Pengolahan Sampel
Timbang 10 mg daging burger, kemudian di hancurkan atau di blender.
b.    UjiPendahuluan
Sampel daging di masukkan kedalam media EC Broth dengan perbandingan 1:9, lalu di inkubasi pada suhu 370C selama 24 jam.Apabila terjadi perubahan warna menjadi keruh, menandakan adanya  pertumbuhan bakteri yang terjadi pada media EC Broth.
c.    Pemeriksaan Lanjutan
Isolasi bakteri dengan cara mengambil koloni bakteri menggunakan ose bulat steril, kemudian goreskan pada  media Mac Concey dan media EMBA. Masukkan ke dalam inkubator dan diinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam. Apabila terdapat koloni yang tumbuh pada media dilanjutkan dengan pewarnaan gram.
d.    Pewarnaan Gram
Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Fiksasi ose bulat dan dinginkan, ambil koloni bakteri yang tumbuh padamedia Mac Conceydengan menggunakan ose bulat steril, kemudian letakkan di atas objek glass yang telah ditetesi dengan aquadest steril dan ratakan, lalu dikeringkan.Kemudian tetesi larutan gentian violet selama 2-3 menit, lalu dicuci dengan air mengalir. Kemudian tetesi dengan larutan lugol selama1 menit, lalu dicuci dengan air mengalir. Kemudian ditetesi dengan alkohol selama 30 menit. Kemudian tetesi larutan karbol fucshin selama 2-3 menit, lalu dicuci dengan air mengalir. Keringkan dan amati dibawah mikroskop menggunakan pembesaran 100 X.
e.    Uji TSIA
Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan. Fiksasi ose lurus sampai merah lalu didinginkan, lalu ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media TSIA dengan cara ditusuk lalu digores secara zig-zag kemudian tutup tabung dengan kapas. Masukkan ke dalam inkubator dandiinkubasi pada suhu 370C selama 24 jam.
f.     Uji Biokimia
Fiksasi ose lurus sampai merah lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media Simmon Citrate dengan cara menggoreskan pada permukaan media secara zig-zag, lalu tutup kembali tabung dengan kapas. Fiksasi ose bulat lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media MR-VP dengan cara mencelupkan ose kedalam media kemudian digoyangkan, lalu tutup kembali tabung dengan kapas. Fiksasi ose bulat lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media SIM dengan cara menggoreskan pada permukaan media secara zig-zag, lalu tutup kembali tabung dengan kapas. Fiksasi ose lurus lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media Urea dengan cara menggoreskan pada permukaan media secara zig-zag, lalu di tutup kembali tabung dengan kapas. Fiksasi ose lurus lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media LIA dengan cara menggoreskan pada permukaan media secara zig-zag, lalu tutup kembali tabung dengan kapas. Fiksasi ose bulat sampai merah lalu didinginkan, ambil koloni bakteri kemudian ditanam pada media Gula-gula dengan cara mencelupkan ose kedalam media kemudian digoyangkan, lalu tutup kembali tabung dengan kapas. Masukkan ke dalam inkubator dan diinkubasi dengan suhu 37 selama 24 jam.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Klinik GG Kota Makassar dari tanggal 26 - 30 Juli 2016, maka diperoleh hasil yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 1.1 Hasil penanaman pada media pemupuk ECB (Escherichia coli broth)
No
Kode Sampel
Media  ECB
Hasil
1
A
Keruh
+
2
B
Keruh
+
Sumber : Data Primer 2016      
Ket :     A : Daging Burger Sampel A
B : Daging Burger Sampel B
+ : Adanya Pertumbuhan Bakteri
Tabel    1.2. Penanaman pada media Mac Concey dan EMBA (Eosin Methylen Blue Agar)
No
Kode Sampel
Media
Hasil
Mac Concey
EMBA
1
A
Merah bata, mengkilat, permukaan koloni cekung, pinggir koloni bulat, ukuran sedang sampai besar.
berwarna merah, mengkilat.

+
2
B
Merah bata, mengkilat, permukaan koloni cekung, pinggir koloni bulat, ukuran sedang sampai besar.
berwarna merah, mengkilat.

+
Sumber : Data Primer, 2016
Ket :     A : Daging Burger Sampel A
B : Daging Burger Sampel B
+ : Adanya Pertumbuhan Bakteri
Tabel 1.3. Penanaman pada media diferensial TSIA (Triple Sugar Iron Agar)
No
Kode Sampel
TSIA
Hasil
1
A
Acid/Acid
H2S (-) GAS (+)
+
2
B
Acid/Acid
H2S (-) GAS (+)
+
Sumber : Data Primer 2016
Ket :     A : Daging Burger Sampel A
B : Daging Burger Sampel B
+ : Adanya Pertumbuhan Bakteri
Tabel 1.4. Hasil tes uji biokimia
No
Media
Kode Sampel
A
B
1
Citrat
-
-
2
MR
+
+
3
VP
-
-

4

SIM
Sulfur
-
-
Indol
+
+
Motility
+
+
5
Urea
+
+
6
LIA
-
-
7
Sukrosa
+
+
8
Manitol
+
+
9
Maltosa
+
+
10
Glukosa / Gas
+/+
+/+
Hasil
Escherichia coli
Escherichia coli
Sumber : Data Primer, 2016
Ket :     A : Daging Burger Sampel A
B : Daging Burger Sampel B
+ : Adanya Pertumbuhan Bakteri
            Dari Tabel 1.1 sampai tabel 1.4.diatas menunjukkan bahwa dari 2 sampel daging burger yang di teliti semuanya Positif ditemukan adanya Bakteri Escherichia coli.
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel yang dilakukan,  diperoleh data dari 2 sampel Daging burger yang diteliti ternyata semuanya ditemukan adanya bakteri Escherichia coli. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa factor, antara lain faktor lama pemanggangan, suhu pemanggangan, cara pemanggangan serta alat yang digunakan kurang bersih.
Keberadaan Escherichia coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan ditemukannya bibit penyakit (patogen) pada pangan (Sahari, Bulan. 2014).
Hasil yang diperoleh pada media EC Broth, terlihat kedua sampel positif adanya pertumbuhan bakteri, yakni terjadinya perubahan pada media menjadi keruh. Setelah itu dilanjutkan pada media Mac Concey, dimana pada sampel A terdapat koloni berwarna merah bata, mengkilat, permukaan koloni cekung, pinggir koloni bulat, ukuran sedang sampai besar, sedangkan pada sampel B terdapat koloni berwarna merah bata, mengkilat, permukaan koloni cekung, pinggir koloni bulat, ukuran sedang sampai besar. Pada media EMBA, terdapat pertumbuhan koloni yang berwarna merah dan mengkilat. Ciri ini menunjukkan adanya E. coli. Selain itu juga dilakukan pewarnaan gram, dan hasil yang didapatkan berupa koloni berbentuk batang berwarna merah, hal ini menunjukkan koloni tersebut merupakan bakteri gram negatif.
Proses identifikasi dilanjutkan dengan pengujian pada medium TSIA (Triple Sugar Iron Agar), dimana hasil yang diperoleh menunjukkan pada slant/lereng berwarna merah kuning/acid asam, bottom/dasar berwarna kuning/acid, H2S = (-) dan gas (+). Pada uji biokimia diperoleh hasil : Citrat (-), Methyl Red (+), VP (-), SIM (-), indol (+), motility (+), Urea (+), Maltosa (+), Glukosa (+), Gas (+). Dari hasil pengujian baik pada media TSIA maupun uji biokimia, semua ciri yang ada menunjukkan ciri daripada E.coli.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian terhadap kedua sampel daging burger yang di jual di restoran cepat saji ditemukan adanya bakteri Escherichia coli. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk memeriksa sampel daging burger yang bukan berasal dari restoran cepat saji.
DAFTAR RUJUKAN
Astawan, M. 2008. Nikmati burger secara bijak. Diakses dari http://www.kompos.com pada tanggal 25 mei 2016
Bunga, Fatimah Ademi dan Tristia Rindanda, 2011. Deteksi Cemaran Escherichia coli pada Daging Burger Penjual Kaki Lima Di Desa Kopelma Darussalam Dan Restoran Cepat Saji Di Banda Aceh. Jurnal. Aceh : Universitas Syiah Kuala
Ginting, Edisa Putra, 2005. Kandungan Bakteri Escerichia coli dan Salmonella Sp pada daging burger yang dijual Disekitar Kampus Usu Medan. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara.
Ginting, Widya N. P, 2013. Hygiene Sanitasi Dan Analisa Pencemaran Salmonella sp. Pada Daging Sapi Olahan (daging burger) Sebelum Dan Sesudah Digoreng Yang Di jual di Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2013. Skripsi. Medan : Unviersitas Sumatera Utara.
Hardiman, I. 2011. Aneka Burger Bungkus. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Kalsum, Umi Ayu. 2013. Mikrobiologi Dasar. Diktat. Makassar : Universitas Indonesia Timur.
Lubis, Nur Hasanah, 2015. Hygiene Sanitasi Pengolahan Makanan Dan Pemeriksaan Escherichia Coli (E.coli) Pada Pecel Yang Dijual  di Pasar Petisah tahun 2015. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara.
Megasari, Setiya Dewi. 2011. Bahan Tambahan Penyedap Rasa pada Makanan. Skripsi. Banjarnegara.
Marwanti. 2010. Keamanan Pangan Dan Penyelenggaraan Makanan Olahan Lainnya. Universitas Negeri Yogyakarta
Muchtadi, Tien R, Sugiyono, Ayustaningwarno Fitriyono. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Jakarta : Alfabeta, Cv.
Maksum, Radji. 2015. Mikrobiologi : Panduan Mahasiswa Farmasi & Kedokteran. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Ritongga, Rimadani. 2014. Analisis Escherichia Coli dan Higiene Sanitasi Pada Minuman Es Teh Yang Dijual di Pajak Karona Jamin Ginting Kecamatan Medan Baru. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara
Sahari, Bulan, 2014. Identifiksi Escherichia Coli pada es batu yang diperjual belikan di sekitar abdul kadir makassar. Proposal: Universitas Indonesia Timur.
Sembiring,  Agrefina Br, 2015. Pemeriksaan Nitrit Dalam Sosis Dan Daging Burger Sapi Secara Spektrofotometri Sinar Tampak. Skripsi. Medan : Universitas Sumatera Utara.
Tatang Sopandi Wardah. 2014. Mikrobiologi Pangan (teori dan praktik). Yogyakarta : C.V Andi Offset.

Komentar

Postingan Populer